BANDUNG, INATIMES- Organisasi kemasyarakatan Laskar Benteng Indonesia (LBI) menggelar kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) serta Rapat Kerja (Raker) sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi dan arah gerak strategis menuju tahun 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum LBI, Boyke Luthfiana Syahrir, yang juga dikenal sebagai tokoh pemuda Jawa Barat dan seorang praktisi hukum.
Dalam sambutannya, Boyke menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum awal bagi LBI dalam menegaskan identitasnya sebagai organisasi kemasyarakatan yang berkomitmen terhadap aturan dan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menekankan bahwa LBI hadir untuk menjadi bagian dari solusi sosial, bukan menambah persoalan di tengah masyarakat.
“Diklat dan Raker ini adalah bagian dari perjalanan awal Laskar Benteng Indonesia untuk membuktikan bahwa kami serius membangun organisasi ini sesuai aturan, bukan hanya sekadar nama. Kita ingin benar-benar berkontribusi bagi masyarakat dan menjadi mitra pemerintah serta aparat penegak hukum,” tegas Boyke.
LBI sendiri lahir pada 15 November 2015 dan secara resmi terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM pada 31 Oktober 2018. Perubahan terakhir dalam kepengurusan dan legalitas organisasi tercatat pada 10 September 2024, menandai fase baru kepemimpinan Boyke yang sah dan diakui secara hukum.
Dalam arahannya, Boyke juga menegaskan sikap tegas terhadap segala bentuk pelanggaran hukum yang dilakukan oleh kadernya. Ia tidak ingin LBI dicap sebagai organisasi “abal-abal” atau menjadi tempat bernaungnya premanisme.
“Kalau ada kader kami yang melanggar hukum, apalagi melakukan tindak pidana, saya persilakan aparat menindak tegas. Jangan ada toleransi terhadap hal-hal yang mencoreng nama baik organisasi,” ujarnya.
Melalui Rapat Kerja tersebut, LBI menyusun program kerja tahun 2026 dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur pengurus dari tingkat pusat hingga daerah, khususnya di wilayah Jawa Barat. Boyke juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam tubuh organisasi.
Ia mengajak seluruh elemen pemerintah dan aparat penegak hukum untuk bergandengan tangan bersama LBI dalam mewujudkan berbagai program pembangunan dan menjaga ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Pemerintah dan aparat penegak hukum tidak mungkin bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari kelompok masyarakat. Oleh karena itu, saya harap kepala daerah dari provinsi, kota/kabupaten hingga tingkat desa dapat membangun komunikasi yang baik dengan Laskar Benteng Indonesia di daerahnya masing-masing,” tambahnya.
Kegiatan Diklat dan Raker ini menjadi langkah nyata LBI dalam menunjukkan eksistensinya sebagai ormas yang bertanggung jawab, legal, dan siap menjadi mitra strategis dalam membangun Indonesia yang lebih baik, khususnya di bidang sosial dan kemasyarakatan.






Diskusi tentang ini post