Inatimes
  • Nasional
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Indonesia
    • Dunia
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Nasional
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Indonesia
    • Dunia
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Inatimes
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Home Pendidikan

Apa yang Membedakan Sibi dan Bisindo

Pola Komunikasi Masyarakat Tuli

M Azka Reporter M Azka
Oktober 24, 2022
di Katanya
2 min read
0

Oleh: Rahmana Syara Sabila

Mahasiswa S2 Pendidikan Bahasa Indonesia IKIP Siliwangi Bandung

Berkomunikasi sudah menjadi hal yang umum kita gunakan sehari-hari, terutama untuk komunikasi menggunakan Bahasa Indonesia.

Sebagai makhluk sosial, komunikasi tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari, sebab komunikasi merupakan alat untuk berinteraksi dengan manusia lainnya. Tetapi bagaimana dengan sebagian masyarakat yang tidak menggunakan komunikasi verbal sebagai sarana beinteraksi sehari-hari?

Terdapat beberapa unsur komunikasi agar sebuah interaksi dapat dikatakan efektif. Yang pertama, komunikator yang bertugas menyampaikan pesan kepada komunikan. Yang kedua adalah pesan. Pesan sendiri terbagi menjadi verbal (lisan, tulisan) dan nonverbal (isyarat, gambar, atau simbol). Selanjutnya adalah saluran atau media, suatu pesan dapat disampaikan melalui sebuah media.

Baik itu berupa surat, radio, atau film yang sifatnya audio dan visual. Unsur yang ke empat adalah komunikan. Komunikan merupakan sebuah kelompok, individu atau masyarakat yang berlaku sebagai penerima pesan. Lalu bagaimana Bahasa isyarat menajadi sarana komunikasi bagi masyarkat tuli? Bahasa isyarat sendiri digunakan oleh penyandang tuna rungu (tuli) dan tuna wicara (bisu) untuk bertukar informasi.

Bahasa isyarat yang berkembang di Tanah Air memiliki 2 jenis yaitu, Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI).

Menurut UU. No 2, 1989, Sibi telah disahkan pada 30 Juni 1994 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, hingga kini Sibi masih digunakan sebagai Bahasa pengantar komunikasi di Sekolah Luar Biasa (SLB).

Sedangkan Bisindo baru digunakan pertama kali dalam kongres ke-7 Gerakan Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) yang diselenggarakan di Makassar tahun 2006.

Ada beberapa hal yang membedakan Bisindo dengan Sibi. Bisindo menggunakan dua tangan dengan tujuan mempermudah komuniasi agar lawan bicara lebih memahami apa yang dikatakan oleh penutur.

Sebab Bisindo tidak hanya mengandalkan gerak tangan saja, melainkan dengan gerak bibir dan ekspresi wajah agar pesan yang dimaksud dapat tersampaikan dengan maksimal.

Berbeda dengan Bisindo, Sibi lebih mengandalkan satu tangan dengan imbuhan pada frasa. Namun, masyarakat tuli lebih memilih menggunakan Bisindo karena dinilai lebih mudah dipahami sebab ditunjang oleh ekspresi wajah saat tuturan disampaikan.

Hastag: IKIP Siliwangi Bandung
BagikanTweetKirim
Konten sebelumnya

Pemkab Bandung Barat Siap Dukung Gelaran Porprov Jabar

Konten selanjutnya

Pentingnya Pendidikan Karakter

M Azka

M Azka

Konten selanjutnya

Pentingnya Pendidikan Karakter

Diskusi tentang ini post

Terkini

Hadapi Ancaman Global, TNI AL Tingkatkan Kesiapsiagaan Lewat Latopsgabla 2026

April 28, 2026
8

Kuliah Umum di AAL, Prof. Achmad Tjachja: Perwira TNI AL Harus Kuat Karakter, Bukan Sekadar Disiplin

April 27, 2026
18

BIGBOX 2026 Dibuka, Raine Renaldi Dorong Revolusi AI di Retail & E-Commerce

April 21, 2026
6

Soal PLTS, Hengky Kurniawan Surati Presiden Prabowo Subianto

Maret 13, 2026
82
  • Tentang
  • Beriklan
  • Kebijakan & Privasi
  • Kontak
Iklan: +62 81313 7 4444 7

© 2021 inatimes

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Olahraga
    • Indonesia
    • Dunia
  • Katanya
    • Diari Uce
    • Tips
    • Pulis

© 2021 inatimes

Masuk ke akun

Lupa password? Daftarkan

Isi form untuk daftar

Semua isian wajib. Masuk

Kirimkan password anda

Mohon isi email atau username untuk mereset password

Masuk