Inatimes
  • Nasional
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Indonesia
    • Dunia
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Nasional
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Indonesia
    • Dunia
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Inatimes
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Home Headline

22 Ribu Kendaraan Pemudik Dihalau Masuk Jabar

Kegiatan Aglomerasi Tegas Dilarang

M Azka Reporter M Azka
Mei 8, 2021
di Headline
1 min read
0

BANDUNG – Petugas gabungan pos penyekatan di Jawa Barat berhasil menghalau 22.000 kendaraan yang nekat mudik di tengah larangan mudik 2021 yang digaungkan pemerintah.

Dari 158 titik pos penyekatan yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat setidaknya petugas memeriksa total kendaraan sebanyak 64.000 unit.

“Sudah 22.000 (kendaraan) diputarbalikkan karena ketahuan curi-curi mudik,” ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Jumat (7/5).

Menurutnya, adanya pemberitaan terkait penumpukan kendaraan lantaran pemberlakuan pengetatan di pos penyekatan membuat masyarakat mengurungkan niat untuk mudik.

“Dan hikmahnya hari ini lalu lintas lebih lengang. Karena pemberitaan terjadinya dinamika luar biasa kemarin membuat yang mau mudik mengurungkan niat,” tuturnya.

Emil menegaskan, pihaknya secara jelas telah melarang mudik lokal (aglomerasi) dan hanya mengijinkan sebatas kegiatan produktivitas saja (bekerja).

“Sudah diputuskan aglomerasi itu diizinkan hanya kegiatan produktivitas, orang tinggal di Cimahi kerja di Bandung tidak akan dirazia, tidak akan disekat, tetapi tidak boleh dijadikan alasan untuk mudik,” tegasnya.

Untuk meminimalisasi pemudik yang mengaku bekerja di wilayah aglomerasi, Gubernur telah meminta Satgas COVID-19 Jabar untuk melakukan upaya penindakan di titik penyekatan.

“Kami dari Satgas akan melakukan upaya, juga memilah orang yang terlihat membawa perbekalan gaya mau mudik itu kita larang. Intinya mudik kita larang, tidak ada istilah mudik lokal. Kita koreksi. Semua jenis mudik. Itu juga dilarang,” tegasnya.

Apabila kedapatan ada yang mendahului mudik sebelum penyekatan, kata Gubernur, PPKM Mikro jadi andalan. Nanti para pemudik tersebut akan dikarantina selama lima hari.

“Maka di kampungnya isolasi mandiri, itu menjadi andalan kita untuk memastikan tidak adanya penyebaran,” pungkasnya.

Hastag: JanganmudikPemprov JabarRidwankamil
BagikanTweetKirim
Konten sebelumnya

Dinkes KBB Siagakan Ratusan Nakes 24 Jam

Konten selanjutnya

Emil Minta KBB dan Kota Tasikmalaya Kerja Keras Tangani Covid-19

M Azka

M Azka

Konten selanjutnya

Emil Minta KBB dan Kota Tasikmalaya Kerja Keras Tangani Covid-19

Diskusi tentang ini post

Terkini

Prof. Achmad Tjachja Nugraha Pimpin PISPI, Perkuat Peran Sarjana Pertanian dalam Mendukung Ketahanan Pangan

Juli 17, 2026
43

Munas PISPI : Mendorong Penguatan Petani Lokal

Juli 17, 2026
23
Hari Koperasi Indonesia, Prof. Achmad Dukung Gagasan Presiden Prabowo Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

Guru Besar UIN Jakarta Soroti Kenaikan UKT, Minta Pemerintah Perkuat Keadilan Akses Pendidikan

Juli 8, 2026
8

Menikmati Bandung Lewat Narasi Kuliner Digital: Ketika Instagram Menjadi Etalase Budaya Sunda

Juli 3, 2026
23
  • Tentang
  • Beriklan
  • Kebijakan & Privasi
  • Kontak
Iklan: +62 81313 7 4444 7

© 2021 inatimes

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Olahraga
    • Indonesia
    • Dunia
  • Katanya
    • Diari Uce
    • Tips
    • Pulis

© 2021 inatimes

Masuk ke akun

Lupa password? Daftarkan

Isi form untuk daftar

Semua isian wajib. Masuk

Kirimkan password anda

Mohon isi email atau username untuk mereset password

Masuk