BANDUNGBARAT,INATIMES- Rencana pihak town management Kotabaru Parahyangan menghentikan aktivitas event lari di kawasan perumahan tersebut menuai kritik dari masyarakat pecinta lari.
Salah satunya Hengky Kurniawan, terkait hal tersebut, ia mengatakan, kebijakan tersebut berawal ketika warga KBP merasa terganggu lantaran adanya event lari di kawasan perumahan ini.
“Event – event lari tahun depan ditiadakan karena ada warga KBP lain yang complain, entah bikin macet atau yang lainnya,” katanya, Rabu (4/11/2026).
Ia menambahkan, sebagai warga Bandung Barat sekaligus penghuni KBP berpendapat justru keberadaan event lari selama ini yang digelar banyak mendapatkan sambutan positif dari masyarakat.
“Menurut saya justru banyak warga KBP maupun Bandung Barat yang bahagia dan menyukai event lari di KBP. Apalagi lari sudah menjadi gaya hidup sehat masyarakat saat ini,” tambahnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, event lari bahkan mampu menggerakkan roda ekonomi di sekitaran Kotabaru Parahyangan.
“Dampak ekonomi yang dirasakan UMKM, para pedagang di pasar Parahyangan, maupun restoran yang ada di KBP sangat nyata,” katanya.
“Sehabis lari warga atau pelari, pasti memenuhi tempat makan yang ada di KBP. Bahkan beberapa event expo yang dilaksanakan di KBP untuk membantu UMKM pernah menyentuh omset 3 Miliar selama 3 hari karena dukungan belanja dari para ASN Bandung Barat,” imbuhnya.
Ia menyebut, kendati sejumlah Event lari, Event Musik, Bazar, Kondangan dan yang lainnya berdampak pada mobilitas warga merupakan hal yang wajar lantaran tidak berlangsung setiap hari.
“Toh juga event seperti ini tidak terjadi tiap hari. Dan menurut saya, event lari yang dilaksanakan di waktu subuh / pagi hari, biasanya jam 8 sudah tidak melintasi jalan karena sudah masuk ke dalam area Race Village,” katanya.
Ia berharap, ada ruang diskusi yang difasilitasi oleh KBP dari kedua belah pihak antara yang pro dan kontra agar ada solusi.
“Saya berharap kepada pihak-pihak yang kontra dengan adanya event-event di KBP bisa saling memahami dan memberikan kesempatan bagi UMKM, pedagang di pasar, untuk mencari rezeki,” tandasnya.






Diskusi tentang ini post