Inatimes
  • Nasional
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Indonesia
    • Dunia
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Nasional
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Indonesia
    • Dunia
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Inatimes
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Home Headline

Prof Achmad Tjachja di Simposium KAHMI: Ketahanan Pangan Jadi Kunci Kedaulatan Bangsa

M Azka Reporter M Azka
September 10, 2026
di Headline
2 min read
0

INATIMES,JAKARTA- Ketahanan pangan harus ditempatkan sebagai bagian strategis dalam memperkuat kedaulatan dan ketahanan nasional Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. Achmad Tjachja Nugraha, S.P., M.P., Guru Besar Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dalam Simposium Nasional “KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa” yang digelar di Kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Dalam forum tersebut, Prof Achmad Tjachja menyampaikan materi bertajuk “Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Maju” dengan perspektif Pasal 33 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Menurut Prof Achmad, pangan tidak semestinya hanya dilihat dari sisi ekonomi. Pangan memiliki posisi strategis karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan kehidupan masyarakat dan ketahanan negara.

“Pangan bukan sekadar komoditas ekonomi, prasyarat mutlak ketahanan nasional,” demikian penekanan yang disampaikan dalam materi tersebut.

Ia menjelaskan, ketidakmampuan suatu negara membangun kemandirian pangan dapat menjadi kerentanan serius bagi kedaulatan. Kondisi itu semakin penting diperhatikan di tengah gejolak geopolitik global, perubahan iklim, dan disrupsi rantai pasok internasional.

“Kerapuhan pangan adalah titik lemah kedaulatan bangsa,” tegasnya dalam materi yang dipaparkan pada simposium tersebut.

Prof Achmad Tjachja menyebut terdapat empat pilar utama yang harus menjadi perhatian dalam membangun ketahanan pangan, yakni ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas. Keempat aspek tersebut harus berjalan secara berkesinambungan.

Indonesia memiliki tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan pangan karena memiliki wilayah kepulauan dengan karakteristik ekologi yang beragam. Di sisi lain, kebutuhan pangan harus dipenuhi bagi lebih dari 280 juta penduduk.

Karena itu, keberhasilan ketahanan pangan, menurut dia, tidak cukup hanya dilihat dari capaian secara nasional. Kondisi pangan perlu diukur hingga tingkat kabupaten/kota dan rumah tangga.

“Keberhasilan ketahanan pangan tidak hanya diukur dari angka nasional, tetapi dari terpenuhinya ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas pangan di setiap wilayah,” demikian gagasan yang disampaikan Prof Achmad Tjachja.

Sebagai Ketua Umum Perhimpunan Insinyur dan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI), Prof Achmad Tjachja juga menekankan pentingnya keterlibatan insinyur dan sarjana pertanian dalam pembangunan sektor pangan, mulai dari pengembangan alat dan mesin pertanian hingga riset dan pendampingan petani.

Ia turut mendorong penguatan konektivitas pangan antarpulau melalui digitalisasi neraca pangan, pemetaan surplus-defisit wilayah, pergudangan modern, dan sistem cold chain untuk menjaga mutu pangan.

Ketahanan pangan juga perlu dihubungkan dengan berbagai program nasional, termasuk hilirisasi pertanian, swasembada energi, dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bahan baku MBG, misalnya, dapat dipasok dari petani dan nelayan lokal.

Menurut Prof Achmad, pembangunan ketahanan pangan membutuhkan sinergi pemerintah, akademisi, dunia usaha, petani dan nelayan, PISPI, serta media. Penguatan perlindungan terhadap lahan pertanian produktif juga menjadi bagian penting dari strategi tersebut.

Pada akhirnya, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memproduksi dan menyediakan pangan. Sistem pangan yang mandiri dan berkelanjutan dinilai menjadi salah satu fondasi untuk memperkuat ketahanan nasional sekaligus kedaulatan bangsa.

BagikanTweetKirim
Konten sebelumnya

Rumah Yatim Salurkan Manfaat untuk 836.258 Jiwa di 21 Provinsi Sepanjang 2025

M Azka

M Azka

Diskusi tentang ini post

Terkini

Prof Achmad Tjachja di Simposium KAHMI: Ketahanan Pangan Jadi Kunci Kedaulatan Bangsa

September 10, 2026
11

Rumah Yatim Salurkan Manfaat untuk 836.258 Jiwa di 21 Provinsi Sepanjang 2025

September 3, 2026
11

Rumah Yatim Salurkan 2.937 Bantuan untuk Sekitar 7.000 Pengungsi Bencana di NTT

September 3, 2026
5

Kadin Cup Futsal Festival 2026 Libatkan 20 TK se-Kabupaten Bandung, Dorong Generasi Emas dan Pertumbuhan UMKM

Agustus 31, 2026
6
  • Tentang
  • Beriklan
  • Kebijakan & Privasi
  • Kontak
Iklan: +62 81313 7 4444 7

© 2021 inatimes

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Olahraga
    • Indonesia
    • Dunia
  • Katanya
    • Diari Uce
    • Tips
    • Pulis

© 2021 inatimes

Masuk ke akun

Lupa password? Daftarkan

Isi form untuk daftar

Semua isian wajib. Masuk

Kirimkan password anda

Mohon isi email atau username untuk mereset password

Masuk