NTT, INATIMES – Rumah Yatim kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Sepanjang Agustus, Rumah Yatim menyalurkan sebanyak 2.937 bantuan kepada masyarakat terdampak yang mengungsi di sejumlah titik di Kabupaten Nagekeo, NTT.
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari upaya Rumah Yatim membantu memenuhi kebutuhan dasar para penyintas bencana yang masih berada di lokasi pengungsian. Informasi program dan dukungan untuk penyintas bencana NTT: https://rumah-yatim.org/program/bantuntt
Berdasarkan data penyaluran, bantuan yang diberikan terdiri dari 1.032 paket bantuan makanan dan minuman, 1.852 paket kebutuhan MCK, 2 paket bantuan obat-obatan, serta 51 paket bantuan sandang. Secara keseluruhan, terdapat 2.937 paket bantuan yang disalurkan kepada masyarakat terdampak.
Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekitar 7.000 pengungsi yang terdampak bencana di wilayah Nagekeo.
“Bagi kami, bantuan kemanusiaan bukan hanya tentang menyalurkan kebutuhan logistik, tetapi juga tentang memastikan masyarakat terdampak merasa bahwa mereka tidak sendiri. Karena itu, Rumah Yatim berupaya menjangkau para penyintas, termasuk mereka yang berada di posko-posko mandiri yang belum banyak tersentuh bantuan,” ujar Sani Ramdani, Direktur Marketing dan Komunikasi Rumah Yatim.
Menjangkau Sejumlah Titik Pengungsian di Nagekeo
Dalam pelaksanaannya, tim Rumah Yatim mendistribusikan bantuan ke sejumlah lokasi yang menjadi titik berkumpul masyarakat terdampak bencana. Beberapa wilayah yang menjadi lokasi penyaluran di antaranya kawasan Lape, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, termasuk Posko Kesidari/Dediwuwu, Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.
Posko Kesidari/Dediwuwu menjadi salah satu titik utama penyaluran bantuan. Sebagian besar bantuan yang didistribusikan pada malam hari diberikan kepada para pengungsi yang berada di posko tersebut.
Selain itu, penyaluran juga dilakukan ke Posko Mandiri Kampung Kolibali, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, serta Posko Mandiri Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.
Keberadaan posko mandiri menjadi perhatian dalam penyaluran karena masyarakat yang berada di lokasi tersebut membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar selama berada dalam kondisi pascabencana.
“Kami tidak ingin bantuan hanya berhenti di titik-titik yang sudah mudah terjangkau. Kami akan terus melihat kondisi di lapangan dan memperluas jangkauan ke wilayah serta posko mandiri yang masih membutuhkan dukungan,” tambah Sani.
Rumah Yatim Perluas Bantuan ke Ngada dan Manggarai Timur
Rumah Yatim berencana melanjutkan aksi kemanusiaan di NTT pada September mendatang. Penyaluran berikutnya akan diarahkan untuk memperluas jangkauan bantuan, khususnya ke wilayah yang masih membutuhkan dukungan.
Salah satu fokusnya adalah memperluas wilayah penyaluran ke Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Ngada. Rumah Yatim juga akan berupaya menjangkau lebih banyak posko mandiri yang masih kurang terjangkau bantuan di kedua wilayah tersebut.
Langkah ini dilakukan agar bantuan tidak hanya terpusat di lokasi pengungsian yang mudah dijangkau, tetapi juga dapat dirasakan oleh masyarakat yang berada di titik-titik pengungsian mandiri.
“Pada tahap berikutnya, kami juga ingin memberikan perhatian kepada anak-anak. Mereka tidak hanya membutuhkan makanan dan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga ruang untuk memulihkan rasa aman dan keceriaan mereka. Karena itu, trauma healing menjadi salah satu rencana yang akan kami dorong dalam respons Rumah Yatim di NTT,” jelas Sani.






Diskusi tentang ini post