Inatimes
  • Nasional
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Indonesia
    • Dunia
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Nasional
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Indonesia
    • Dunia
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Inatimes
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Home Headline

Pengusaha Tambang Bandung Barat Nyatakan Tobat Ekologi, Berkomitmen Pulihkan Lingkungan

M Azka Reporter M Azka
Agustus 10, 2026
di Headline
3 min read
0

BANDUNGBARAT, INATIMES- Para pelaku usaha pertambangan di kawasan Cipatat-Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) berkomitmen melakukan perubahan dalam pengelolaan lingkungan.

Komitmen tersebut dituangkan dalam Fakta Integritas Bersama “Tobat Ekologi” yang ditandatangani pada kegiatan Konservasi Fair yang digelar di Lapangan Parkir Stone Garden, Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, KBB, Senin (10/8/2026).

Penandatanganan komitmen tersebut melibatkan unsur Gerak Bersama Jaga Bumi (GBJB), Himpunan Pengusaha, Pekerja, dan Masyarakat Tambang (HP2MT), Kecamatan Cipatat, Pemerintah Desa Gunungmasigit, serta Forum RW Desa Gunungmasigit.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua HP2MT Cipatat-Padalarang Taofik E Sutaram, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Diaz Faisal Malik Hendropriyono, dan Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail.

Dalam dokumen tersebut, para pihak menyadari bahwa aktivitas industri dan pertambangan memiliki peran penting terhadap perekonomian serta mata pencaharian masyarakat.

Namun, kegiatan tersebut juga dinilai harus berjalan dengan memperhatikan daya dukung lingkungan, kesehatan masyarakat, keselamatan pekerja, keberlanjutan sumber daya alam, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat setelah aktivitas pertambangan berakhir.

Ketua HP2MT Cipatat-Padalarang, Taofik E Sutaram, mengatakan istilah tobat ekologi menjadi penanda adanya kesadaran dari para pelaku usaha untuk memperbaiki pola pengelolaan kawasan tambang dan industri.

“Kegiatan ekonomi tidak boleh hanya mengejar keuntungan, tetapi harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, komitmen tersebut bukan sekadar seremonial. Para pelaku usaha bersama masyarakat dan pemerintah sepakat membangun pola hubungan baru agar aktivitas ekonomi tetap berjalan, namun persoalan lingkungan juga mendapat perhatian serius.

“Ekonomi tetap bergerak, masyarakat harus sejahtera, investasi terus tumbuh, tetapi bersama-sama menjaga dan memulihkan lingkungan,” katanya.

Salah satu poin penting dalam Tobat Ekologi adalah pemulihan lingkungan di kawasan industri dan pertambangan. Upaya tersebut akan dilakukan melalui pendekatan pencegahan, pemulihan, pengawasan, serta evaluasi secara bersama.

Selain itu, kawasan bekas tambang didorong untuk ditransformasikan menjadi kawasan ekoeduwisata. Langkah ini diharapkan dapat membuka sumber ekonomi baru bagi masyarakat ketika aktivitas pertambangan berkurang atau berakhir.

“Jadi, kami ingin ada perubahan paradigma. Kawasan tambang tidak berhenti hanya sebagai tempat mengambil sumber daya alam. Setelahnya harus ada pemulihan dan pemanfaatan yang bisa memberikan nilai ekonomi baru bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Diaz Faisal Malik Hendropriyonomengatakan persoalan pertambangan harus menjadi perhatian bersama, terutama dalam memastikan kegiatan eksploitasi sumber daya alam tetap berjalan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

Menurutnya, kebutuhan terhadap hasil tambang tidak dapat dilepaskan dari berbagai aktivitas pembangunan karena komoditas pertambangan menjadi salah satu bahan baku yang dibutuhkan. Namun, keberadaan industri tambang harus dibarengi dengan upaya konservasi dan pemulihan lingkungan.

“Pokoknya permasalahan tambang harus jadi fokus dan perhatian kita semua. Bagaimana caranya, karena tambang itu kita perlu untuk beragam bahan baku. Tapi bagaimana caranya ini harus berdampingan dengan konservasi lingkungan,” kata Diaz dalam sambutannya pada kegiatan Konservasi Fair di kawasan Stone Garden, Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Senin (10/8/2026).

Diaz menilai, komitmen Tobat Ekologi yang dilakukan para pemangku kepentingan di kawasan tambang menjadi bagian penting dalam mencari titik temu antara kepentingan ekonomi dan perlindungan lingkungan.

Ia berharap komitmen tersebut tidak berhenti pada penandatanganan fakta integritas, tetapi diwujudkan melalui langkah konkret di lapangan, mulai dari pengendalian dampak aktivitas tambang hingga pemulihan kawasan yang telah mengalami kerusakan.

 

Dengan demikian, aktivitas pertambangan tetap dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sementara fungsi lingkungan tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

 

Taofik menilai delapan poin tersebut menjadi bagian dari upaya membangun keseimbangan antara kepentingan investasi, keberlangsungan usaha, keselamatan pekerja, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan.

Ia menegaskan, pemulihan lingkungan juga tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan mata pencaharian masyarakat. Karena itu, menurutnya, transisi kawasan tambang harus dipersiapkan secara bersama-sama.

“Yang kami bangun adalah keseimbangan. Lingkungan harus sehat, masyarakat tetap memiliki sumber penghidupan, pekerja terlindungi, usaha tetap berkelanjutan, dan investasi berjalan secara bertanggung jawab,” tandasnya.

Delapan Komitmen Tobat Ekologi

Dalam fakta integritas yang ditandatangani para pihak, terdapat delapan komitmen utama yang akan dijalankan.

Pertama, melakukan pemulihan lingkungan kawasan industri dan pertambangan melalui pencegahan, pemulihan, pengawasan, dan evaluasi bersama.

Kedua, mendorong transformasi kawasan tambang menjadi kawasan ekowisata.

Ketiga, mempersiapkan masyarakat Citatah menghadapi transisi sosial ekonomi pascatambang dan industri kapur. Keempat, mengantisipasi dampak dominan dari pembangunan proyek nasional Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang.

Kelima, melakukan penanaman pohon melalui reklamasi dengan memilih tanaman yang mampu meminimalisir debu, seperti trembesi, beringin, mahoni, sengon dan jenis tanaman lainnya.

Keenam, membuat fasilitas ramah lingkungan dan klinik ASER (Aman Sehat dan Pulih) yang dikhususkan bagi masyarakat dan pekerja tambang.

Ketujuh, merencanakan pembangunan danau atau embung tadah hujan di kawasan bekas tambang yang ramah lingkungan untuk membantu mengurangi krisis air ketika musim kemarau.

Kedelapan, melakukan penyiraman di jalan, area pabrik, dan lokasi lainnya untuk mengurangi dampak debu di kawasan terdampak.

BagikanTweetKirim
Konten sebelumnya

Semester I 2026, Rumah Yatim Catat 453.558 Penerima Manfaat di 19 Provinsi

Konten selanjutnya

Donasi Online Jadi Solusi Berbagi di Era Digital, donasionline.id Permudah Masyarakat Salurkan Kepedulian

M Azka

M Azka

Konten selanjutnya

Donasi Online Jadi Solusi Berbagi di Era Digital, donasionline.id Permudah Masyarakat Salurkan Kepedulian

Diskusi tentang ini post

Terkini

Donasi Online Jadi Solusi Berbagi di Era Digital, donasionline.id Permudah Masyarakat Salurkan Kepedulian

Agustus 11, 2026
3

Pengusaha Tambang Bandung Barat Nyatakan Tobat Ekologi, Berkomitmen Pulihkan Lingkungan

Agustus 10, 2026
9

Semester I 2026, Rumah Yatim Catat 453.558 Penerima Manfaat di 19 Provinsi

Agustus 10, 2026
8

WakafIndonesia.org Permudah Masyarakat Menunaikan Wakaf Digital Secara Aman dan Transparan

Juli 23, 2026
22
  • Tentang
  • Beriklan
  • Kebijakan & Privasi
  • Kontak
Iklan: +62 81313 7 4444 7

© 2021 inatimes

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Olahraga
    • Indonesia
    • Dunia
  • Katanya
    • Diari Uce
    • Tips
    • Pulis

© 2021 inatimes

Masuk ke akun

Lupa password? Daftarkan

Isi form untuk daftar

Semua isian wajib. Masuk

Kirimkan password anda

Mohon isi email atau username untuk mereset password

Masuk