JAKARTA,INATIMES- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) menjadi momentum penting untuk menegaskan peran teknologi penerbangan dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia.
Sebagai salah satu unsur strategis TNI Angkatan Laut, Puspenerbal mengemban berbagai tugas penting, mulai dari patroli maritim, pengawasan udara, dukungan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), hingga bantuan logistik dan misi kemanusiaan.
Menanggapi peringatan HUT ke-70 Puspenerbal, Guru Besar Teknologi dan Sains UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Achmad Tjachja Nugraha, menyampaikan apresiasinya atas kemajuan teknologi dan peningkatan kapabilitas Puspenerbal dalam mendukung pertahanan serta keamanan maritim nasional.
Menurutnya, perkembangan teknologi yang diadopsi Puspenerbal menunjukkan komitmen kuat TNI Angkatan Laut dalam menghadapi tantangan era digital dan dinamika keamanan kawasan.
“Pada usia ke-70 tahun, Puspenerbal menunjukkan transformasi yang sangat positif,” ujar Prof. Achmad.
“Modernisasi sistem penerbangan, penguatan kemampuan patroli maritim, pemanfaatan teknologi sensor, penginderaan jarak jauh, serta pengembangan pesawat dan wahana udara tanpa awak merupakan langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan Indonesia sebagai negara maritim,” lanjutnya.
Ia menilai, penguasaan teknologi penerbangan tidak hanya penting bagi kepentingan pertahanan, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam mendukung keselamatan pelayaran, pemantauan sumber daya kelautan, mitigasi bencana, hingga operasi kemanusiaan.
“Penguatan teknologi bagi Puspenerbal semakin relevan dengan kebutuhan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Kemampuan mengawasi wilayah laut yang sangat luas membutuhkan integrasi teknologi penerbangan, sistem informasi, kecerdasan data, serta sumber daya manusia yang unggul,” katanya.
Lebih lanjut, Prof. Achmad berharap Puspenerbal terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dan lembaga riset nasional guna mendorong lahirnya inovasi teknologi kedirgantaraan dan kemaritiman berbasis karya anak bangsa.
“Sinergi antara dunia akademik, industri, dan institusi pertahanan sangat penting agar Indonesia mampu membangun kemandirian teknologi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Achmad usai menerima Brevet Kehormatan Penerbang yang disematkan langsung oleh Komandan Puspenerbal, Laksamana Muda TNI Bayu Alisyahbana. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya sebagai akademisi dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi Puspenerbal.
“Saya mengucapkan selamat HUT ke-70 kepada Puspenerbal. Semoga semakin profesional, modern, adaptif terhadap perkembangan sains dan teknologi, serta terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia. Saya juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan melalui penyematan Brevet Kehormatan Penerbang,” pungkasnya.





Diskusi tentang ini post