Inatimes
  • Nasional
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Indonesia
    • Dunia
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Nasional
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Indonesia
    • Dunia
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Inatimes
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Home Headline

Fasilitas Konversi Motor Listrik Baru Memenuhi 1% Kebutuhan Nasional, EV-GO Siapkan Percepatan

M Azka Reporter M Azka
Juni 4, 2026
di Headline
2 min read
0

BANDUNG,INATIMES- Percepatan konversi kendaraan listrik di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dari sisi kesiapan fasilitas dan infrastruktur pendukung.

Di tengah target elektrifikasi transportasi nasional, program EV-GO yang digagas oleh President EV-READY, Raine Renaldi, bersama ekosistem EV-READY Group hadir sebagai upaya mempercepat konversi sepeda motor listrik melalui pembangunan ekosistem yang terintegrasi dan berkelanjutan di Indonesia.

Program yang menjadikan Bali sebagai proyek percontohan (pilot project) nasional ini sebelumnya mendapat sambutan positif dari Gubernur Bali, Wayan Koster, serta jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnaker ESDM) Provinsi Bali.

Dukungan tersebut terlihat melalui sejumlah publikasi resmi yang diunggah melalui akun Instagram @evready.global dan @disnakeresdm.

Menurut Raine Renaldi, program konversi jutaan kendaraan bermotor di Indonesia tidak dapat dijalankan hanya oleh satu atau dua pihak.

Diperlukan keterlibatan seluruh elemen industri dan masyarakat agar percepatan elektrifikasi kendaraan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Program konversi jutaan motor menjadi motor listrik tidak bisa dilakukan oleh satu atau dua pihak saja. Ada lima tingkatan penting yang harus terlibat, yakni produsen atau manufaktur, distributor pemegang merek, fasilitas atau bengkel konversi dengan kapasitas industri, infrastruktur publik seperti stasiun penukaran baterai, serta masyarakat yang menjadi bagian dari ekosistem kendaraan listrik,” ujar Raine Renaldi. Rabu (3/5) di Bandung.

Ia menjelaskan bahwa tantangan terbesar Indonesia saat ini tidak hanya terletak pada teknologi kendaraan listrik, tetapi juga pada kesiapan ekosistem pendukung secara menyeluruh.

“Fasilitas dan infrastruktur yang tersedia saat ini diperkirakan baru mampu memenuhi kurang dari 1 persen kebutuhan untuk mengkonversi lebih dari 120 juta sepeda motor yang beroperasi di Indonesia. Karena itu, program EV-GO dibentuk untuk mempersiapkan dan mengakselerasi konversi motor listrik nasional,” katanya.

Program EV-GO mengusung konsep percepatan konversi kendaraan roda dua berbasis mesin pembakaran internal menjadi kendaraan listrik melalui pendekatan industri dan ekosistem yang terintegrasi.

Program ini tidak hanya berfokus pada kendaraan, tetapi juga mendorong pembangunan jaringan bengkel konversi berskala besar, pengembangan sumber daya manusia di bidang kendaraan listrik, serta pembangunan infrastruktur energi pendukung.

Langkah tersebut dinilai relevan mengingat Indonesia merupakan salah satu pasar kendaraan roda dua terbesar di dunia.

Berdasarkan data industri otomotif nasional, jumlah sepeda motor di Indonesia telah melampaui 120 juta unit dan terus bertambah setiap tahunnya.

Pada tahap awal implementasi di Bali, EV-GO telah melakukan sejumlah presentasi teknologi dan penjajakan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

Bali dipilih karena dinilai memiliki kesiapan regulasi dan komitmen terhadap energi bersih yang relatif lebih maju dibandingkan sejumlah daerah lainnya.

Selain mendukung upaya pengurangan emisi karbon, program konversi motor listrik juga diproyeksikan mampu menciptakan peluang ekonomi baru, mulai dari industri konversi kendaraan, manufaktur komponen lokal, pengembangan ekosistem penukaran baterai (swap battery ecosystem), hingga penciptaan lapangan kerja berbasis industri hijau (green industry).

Apabila ekosistem tersebut dapat dibangun secara nasional, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat industri kendaraan listrik dan konversi EV terbesar di kawasan Asia Tenggara.

BagikanTweetKirim
Konten sebelumnya

Prof. Achmad Tjachja Nugraha: Pancasila Tetap Menjadi Benteng Persatuan Bangsa di Era Digital

M Azka

M Azka

Diskusi tentang ini post

Terkini

Fasilitas Konversi Motor Listrik Baru Memenuhi 1% Kebutuhan Nasional, EV-GO Siapkan Percepatan

Juni 4, 2026
34

Prof. Achmad Tjachja Nugraha: Pancasila Tetap Menjadi Benteng Persatuan Bangsa di Era Digital

Juni 1, 2026
14

PUI: Distribusi Daging Kurban Jadi Bentuk Nyata Kepedulian terhadap Masyarakat

Mei 25, 2026
44

Deforestasi dan Tambang Jadi Alarm, Prof. Achmad Tjachja Nugraha Soroti Kutukan SDA

Mei 18, 2026
26
  • Tentang
  • Beriklan
  • Kebijakan & Privasi
  • Kontak
Iklan: +62 81313 7 4444 7

© 2021 inatimes

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Olahraga
    • Indonesia
    • Dunia
  • Katanya
    • Diari Uce
    • Tips
    • Pulis

© 2021 inatimes

Masuk ke akun

Lupa password? Daftarkan

Isi form untuk daftar

Semua isian wajib. Masuk

Kirimkan password anda

Mohon isi email atau username untuk mereset password

Masuk